Jumat, 10 April 2015

Everybody Should Have the Right to Play SOCCER

Ada yg pernah tau tulisan yg gw pake buat judul halaman baru tulisan gw ini? (Liat atas)

Klo yg uda pernah tau wajar soalnya terus terang gw emang ambil tulisan tersebut dari tulisan di stiker dan menjadi bonus dari tabloid bola yg pernah gw beli. Gw pasang stiker tersebut dikamar dan secara pribadi gw suka banget sama makna dari tulisan tersebut.

'EVERYBODY SHOULD HAVE THE RIGHT TO PLAY SOCCER'

Coba deh dibaca lagi. Mungkin terkesan biasa aja namun klo dibaca dan kita baca lagi lalu kita tabrakkan dengan realita yg terjadi di jaman sekarang maka makna tulisan tersebut akan menjadi sangat dalam bgt.
Ok, sudah banyak yg tahu bahwa sepak bola adalah olah raga 'terbesar' di dunia. Terbesar dalam hal ini sepak bola sekarang bukan hanya sebagai olahraga, namun juga sebagai lifestyle, pekerjaan, budaya, bahkan sepakbola dapat melambangkan integritas atau bagaimana negara tersebut.
Sudah tidak bisa dihitung berapa pecinta sepakbola di dunia sekarang ini. Namun dari segala hal yg disebutkan di atas apakah banyak yg tahu bahwa tidak semua orang di dunia ini 'dapat' memainkan sepakbola. Memainkan dalam hal ini adalah dapat bermain sepak bolapada waktu dan tempat secara bebas, riang gembira, tanpa tekanan, sehingga dapat berekspresi seperti yang diingin si orang yang memainkan sepakbola itu.



Pertama2 coba liat foto pertama yg di atas. Foto pertama memperlihatkan orang2 dengan sebagian besar anak kecil bermain sepakbola dijalanan, mungkin semacam dipinggir rumah gitu.Sebenernya boleh2 saja bermain sepak bola dijalanan dideket rumah kayak gt asal tidak mengganggu warga sekitar. Apalagi sampe merusak rumah warga, jendela rumah pecah, mobil penyok, dll.
Hmmm sebenernya malah makin harus disyukurin lagi klo masih bisa bermain sepak bola di deket rumah dijalanan gitu. Faktanya sekarang uda jarang banget ada area kosong yg bisa dibuat untuk bermain sepakbola. Boro2 dideket rumah, dalam 1 kampung pun blm tentu ada tempat kosong yg bisa dipake untuk bermain sepak bola. Semakin bertambah majunya jaman terkadang orang2 lupa akan hal2 yg simpel seperti ini.
Oke, kemajuan teknologi memang penting, pekerjaan dan bisnis yg dilakukan tiap perusahaan dan individu emang penting tapi pada kenyataannya semakin berkembangnya hal2 itu makin mengurangi lahan kosong. Gedung2 pencakar langit banyak dibangun dimana, apartemen, mall, kantor dll. Tapi apakah orang2 atau yg lebih spesifik lagi pemerintah memikirkan nasib akan riangnya bermain sepakbola anak2 kecil disekitarya? Semakin berkembangnya teknologi sebenernya uda ada beberapa solusi tentang sempitnya lahan atau bisa disebut lapangan yg bisa dipakai untuk bermain sepakbola, yaitu dengan menciptakan lapangan2 berskala kecil di dalam gedung, bahkan di beberapa tempat terdapat di atap gedung.
Namun sayang sekali, adanya solusi2 seperti itu banyaknya ada di luar negeri. Karena gw orang Indonesia maka yg paling gw soroti adalah keadaan yg ada di Indonesia. Mengenai solusi2 tentang lahan bermain sepakbola sudah ada namun masih blm banyak, pemerintah masih hanya berpikir tentang bagaimana gedung pencakar langit bisa dibangun dikotanya, bukan bagaimana memikirkan membangun lahan2 kosong yg bisa dipakai anak2 kecil perkampungan untuk bisa bermain sepak bola dengan riang.

Tidak perlu jauh2, klo lo orang Jakarta lo pasti pernah denger tentang salah satu tim besar sepakbola Indonesia Persija yg terpaksa pindah kandang karena kandang mereka sebelumnya stadion lebak bulus akan diubah untuk dipakai membangun proyek pemerintah. Sebenernya klo di cari sisi bagusnya ada sih, Persija jadi mainnya sekarang di stadion Gelora Bung Karno (GBK), stadion gebanggaan rakyat Indonesia dan program pemerintah jadi berjalan dengan lancar. Namun apakah cuma itu lapangan atau stadion di Jakarta?
Bagi yg tau Wembley, salah satu stadion legendaris di dunia yg terletak di Inggris, London, tidak dipakai sebagai kandang tim sepak bola disana. Salah satu alasannya karena ingin menjaga kesakralan stadion tersebut, sehingga cuma dipakai untuk event2 besar tertentu. Dan pada dasarnya Wembley pada perkembangannya memang lebih digunakan sebagai stadion kebanggaan tim nasional Inggris, bukan untuk club tertentu di Inggris. Sebenernya klo ditelusuri Wembley pernah dipakai oleh beberapa tim di Inggris sebagai kandang namun itu hanya khasus2 tertentu seperti Arsenal yg pernah memaikainya saat UCL 98/99.
Selebihnya Wembley digunakan sebagai kandang tim nasional Inggris dan event2 tertentu. Dan diluar itu masih banyak stadion2 dan lapangan yg ada di London baik dipakai sebagai kandang tim Inggris maupun bukan. Sebenernya tidak apa2 GBK dipakai sebagai stadion kandang Persija. Namun ya alangkah baiknya dibangun lagi stadion lain atau minimal lahan2 kosong gratis yg bisa dipakai orang2 untuk bermain sepak bola dengan bebas. Bagaimana Indonesia bisa memunculkan talenta2 hebat sepakbola bila dari kecil anak2nya tidak pernah bermain bola.

Yang paling simpel adalah sebenarnya apa sih yg diperlukan orang utk bisa di bilang bermain bola?
1. Pemain atau orang yg bermain bola itu sendiri. (karena sepak bola adalah olahraga tim jadi harusnya yg benar adalah >1 pemain, kecuali emang orang tersebut ingin bermain sendiri atau seorang freestyler).
2. Bola
3. Lapangan atau minimal lahan untuk bermain

Jadi bagaimana bila salah satu dari ketiga hal diatas tidak ada? Dapatkah disebut juga sebagai bermain sepak bola?

Klo untuk gambar kedua sebenernya tidak jauh melenceng dgn gambar yg pertama. Hanya saja pada gambar kedua memperlihatkan anak2 kecil mengerumuni sebuah bola dan dengan riangnya memegang bola tersebut  yg diperlihatkan dgn senyum2 mereka yg lebar. Sayangnya hal2 tersebut tidak dapat terjadi dibeberapa belahan dunia. Seperti yg kita tahu sekarang sedang maraknya 'eksploitasi anak', dimana banyak anak2 dibawah umur yg dipaksa bekerja untuk memenuhi kehidupan orang2 tertentu. Seperti yg dapat dilihat di bawah ini:



Apabila dikaitkan dengan sepak bola bagaimana anak2 tersebut bisa bermain sepak bola dengan riangnya apabila dari kecil sudah dipaksa bekerja seperti itu. Untuk foto pertama ketiga adalah foto yang diambil di Bangladesh, seorang anak kecil dgn dekilnya mengayak pasir. Apakah tidak ada orang lain diluar anak2 tersebut?
Dalam kasus ini yg perlu mendapat sorotan adalah pemerintah. Sudah seharusnya pemerintah mengawasi berbagai instansi di wilayah kedaulatannya untuk mengurangi adanya hal2 seperti itu. Dengan memberlakukan peraturan dan pengawasan ketat, dan mungkin perlu adanya sanksi berat pagi perusahaan baik individu atau kelompok yag memperkerjakan anak dibawah umur. Mungkin bukan hanya mengurangi namun juga diberantas sampai tuntas. Sehingga pada masanya diumur yg seharusnya mereka dapat bersekolah dan bermain dengan riangnya, dalam hal ini khususnya bermain sepakbola.

Dan apabila ditarik lebih luas lagi dari gambar kedua hingga ke empat menunjukan anak2 yg cenderung memiliki badan yg kurus bahkan mungkin pada kenyataannya pada saat itu kondisinya sedang tidak sehat. Menjadi PR juga bagi pemerintah baik di Indonesia maupun di dunia untuk memperhatikan gizi dan kesehatan warga negaranya khusunya anak2, sehingga tidak terjadi wabah2 kelaparan seperti yg pernah terjadi di Ethiopia, Papua, Madagaskar, dan negara2 di belahan dunia lain. Boro2 anak2 di umur mereka yg seharusnya dapat bermain sepakbola apabila mereka masih memikirkan perut, wabah penyakit yg terus berdatangan, dan yg paling parah masih susah untuk bertahan hidup.

Semoga kasus2 eksploitasi anak dapat segera diatasi di belahan dunia manapun sehingga mereka memiliki masa kecil yg bahagia dengan anak2 seusianya. Dan bagi kalian2 yg merasa tidak pernah merasakan nasib seperti mereka atau telah memiliki kehidupan dengan kesejahteraan yg lebih baik alangkah baik utk mensyukuri hidup kita. Lebih bagus lagi apabila dgn keadaan kita yg lebih baik baik secara ekonomi, kesehatan, maupun kebahagiaan untuk saling membagi yg kita punya seperti memberikan bantuan sosial, pendidikan, kegembiraan, sehingga mereka pun juga bisa merasakan, Itung2 amal,hehe

Apabila semua itu dapat diatasi, semua masalah tersebut hilang, maka bisa dipastikan anak2 akan dengan riang gembiranya bermain sepakbola dengan bebas, tanpa ada tekanan. Bakal banyak ditemui lagi di sudut2 kota atau kampung orang2 yang bermain bola tanpa harus berkendara jauh untuk mencari lapangan dan membayar mahal. Dan khususnya di Indonesia harapan rakyat untuk memiliki timnas dan tim sepakbola yg dapat berprestasi di event internasional tidak akan hanya menjadi mimpi atau awang2. Apabila semua anak di Indonesia diberikan kesempatan bermain sepakbola sesuai umurnya dan dibina dengan tepat maka impian untuk juara Seagames, juara Liga Champions Asia, bahkan ikut Piala Dunia akan dapat menjadi kenyataan.



So ones again, EVERYBODY SHOULD HAVE THE RIGHT TO PLAY SOCCER. Yup, you, I, and all of us have the right to play football gleefully as we want without pressure and any disturbing.

0 komentar:

Posting Komentar